Jumat, 23 September 2011

Renungan

Ketika fajar nampakkan pesonanya
Sang surya tersenyum bangunkan umat manusia
Nadi kota kembali berdenyut
Di tengah arus yang buat semua orang terhanyut

Dalam kesibukan dunia
Yang tak akan pernah ada habisnya

Berjalan di atas aspal panas kehidupan
Perih terasa menusuk kalbu jiwa
Kerikil tajam kadang menambah dalamnya luka
Hingga terasa mau mati saja

Coba renungi semua kejadian
Coba telanjangi semua kepalsuan

Tak terasa ketika mata dua yang kita punya
Sebagai karunia-Nya
Melihat indahnya dunia
Seolah dunia adalah syurga

Melihat hal yang dilarang
Memandang hal yang tak dibenarkan

Tak terasa tangan dua
Sebagai titipan-Nya
Memegang dunia
Seolah mau memilikinya

Melakukan ketidak adilan
Merampas hak banyak orang

Tak terasa kaki dua yang kita punya
Yang merupakan  ujian-Nya
Melangkah menapaki sudut dunia
Seolah tak kan lumpuh selamanya

Berjalan di atas keangkuhan
Menginjak setiap aturan Tuhan

Tak terasa telinga dua
Sebagai tanda kasih sayang-Nya
Mendengar setiap bisikan manusia
Seolah kegelapan adalah cahaya

Mendengar setiap kebohongan
Mengikutinya sebagai pedoman


Tak terasa bibir dua
Yang merupakan iradah-Nya
Suka mengumbar janji setia
Seolah tak akan di mintai pertanggung jawabannya

Mengucap banyak kebohongan
Menyebar fitnah mematikan

Tak terasa hati yang berharga
Sebagai tanda kekuasaan-Nya
Menentang ayat-ayat-Nya
Seolah Ia lebih pandai dari Allah Azza wa Jalla

Membenarkan Allah di persekutukan
Membenarkan kemusyrikan

Tak terasa akal yang mulia
Sebagai pembeda atas hewan dan manusia
Mengabaikan setiap perintah-Nya
Seolah ia tak ada yang mengetahuinya

Memikirkan hal-hal yang diharamkan
Memikirkan cara untuk menutupi kemunafikan

ya Allah Kaulah penetu hidup
setiap udara yang kami hirup
merupakan kasih sayang-Mu
merupakan cinta keabadian-Mu

jauhkan kami dari hal-hal yang melalaikan
lindungilah kami dari kemaksiatan dan kedurhakaan

ya Allah kepada kaulah kami kembali
kepada Engkaulah kami pasrahkan diri
maafkan dosa kami dan bangsa kami
selamatkanlah kami dari bencana dan azab yang tak terperi

semoga bencana ini hanyalah ujian
yang bisa menimbulkan ketundukan serta kepasrahan
pada Allah yang Maha perkasa lagi mempunyai Kesempurnaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar