Minggu, 23 Oktober 2011

ASMARA BATU DAN BERLIAN


Sendiri kini aku jalani
Hari-hari ditengah ribuan pecahan hati ini
Didalam kerasnya duniaku
Ku teringat padamu

Berlian yang dulu kekasihku
Kini Keras lagi sulit aku masuki semesta hatimu
Tertutup oleh ribuan sinar yang angkuh
Tak mau sedikit saja menerima sebongkah batu
Kau buang begitu saja aku
Lalu tinggalkan angkuhmu yang retakkan sudut hatiku

Kusadari batu ini tak layak untuk bersanding denganmu
Rupaku tak seelok parasmu
Hatiku tak ada separuh dari indahmu
Nilaiku tak sebanding denganmu
Aku dan engkau sama-sama tau

Namun satu hal yang kau tak pernah tau
Ditengah gelapnya dunia kita dulu
Aku selalu berdiri diatasmu
Melindungimu dari kehancuran
Meski aku tau raga ini tak akan mampu ‘tuk terus bertahan
Kurelakan badan ini dipecah oleh baja
Kurelakan tubuh ini berkeping tak berupa

Kini saat sinar mentari telah tampakkan pesonamu
Kau abaikan aku yang dulu kekasihmu
Karena kau kini telah dipuja
Dibawa dan disanjung seantero dunia
Dicari dan terus dicari
Hanya untuk menatapmu seorang diri

Kau telah lupakan batu ini
Yang sebelumnya kita sama-sama dibawah telapak kaki
Diinjak bagai tak punya arti
Sekarang kau telah berlalu
Pergi bersama batu mulia lainnya
Menjauh dariku dan berharap tak jumpa

Sungguh ironi hubungan kita
Dulu dalam gelap kita begitu akrab
Kini dalam terang mustahil kita untuk dekat
Wahai berlian aku tak mengeluh pada takdir Tuhan
Kau diciptakan dengan penuh pesona
Sedang aku dicipta dengan penuh kekuatan

Selamat atas apa yang kau dapatkan
Biar aku sendiri dikegelapan terpendam
hati ini tetap mencintaimu sebagaimana kita masih ditanah terdalam
Melebihi dalamnya manusia menempatkanmu sebagai perhiasan

Sunday, October 23, 2011

1 komentar: